Nasehat & Tatanan Masyarakat
Nasehat & Tatanan Masyarakat
Pada suatu masa ada sekelompok orang yang hidup di dalam kebaikan dan semuanya berubah saat mereka meninggalkan satu diantara prinsip kehidupan. Benar prinsip itu sangat penting, bahkan Imam Nawawi di dalam salah satu tulisannya mengatakan bahwa hal ini termaksud di antara madarul islam/pondasi inti agama islam. Artinya jika ia dilupakan maka akan terjadi ketimpangan hidup; jauh dari makna yang diinginkan oleh manusia yang baik dan berakal. (Lihat Arbain Nawawiyah)
Tapi satu yang sangat disesalkan hal ini mulai hilang, baik sengaja dihilangkan secara struktural maupun dari diri manusia sendiri; enggan menjalankannya karena berbagai alasan yang menghantui pikiran, seseorang yang tidak percaya diri.
Islam datang membawa berbagai kebaikan, salah satunya adalah prinsip ini; ia adalah nasehat kepada kebaikan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sendiri pernah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam muslim "addinu annasihah" agama adalah nasehat. (Lihat Shahih Muslim)
Nasehat merupakan satu diantara cara melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, yaitu melakukan perbaikan dengan lisan, sebagaimana kata nabi shalallahu alaihi wasallam "man raa minkum munkaron fal yughayyirhu biyadihi fain lam yastati' fabilisanihi fain lam yastati' fabiqolbihi wazalika ad'aful iyman". Barang siapa yang melihat kemungkaran/keburukan maka hendaklah ia ubah dengan tangannya (kekuasaan misalnya) akan tetapi jika tidak bisa maka dengan lisannya (nasehat misalnya) dan apabila juga tidak sanggup maka dengan hati, dan dengan hati itulah gambaran yang paling lemah dari keimanan". Oleh karenanya bisa dikatakan bahwa nasehat adalah amar ma'ruf nahi mungkar dengan lisan; ia merupakan satu di antara madarul islam; pokok-pokok ajaran Islam.
Sayang, cukup disesalkan hal ini seakan-akan hilang ditengah-tengah manusia, di saat yang sama, bumi sangat membutuhkannya demi menjaga keseimbangan tatanannya. Penyebab hilangnya bermacam-macam, secara garis besar bisa dikualifikasikan ada dua, pertama ada sebagian manusia atau sebut saja negeri yang mulai melarang hal ini diberlakukan, dalihnya adalah menghalangi hurriyah (kebebasan). Jadi misal ada orang islam menasehati saudara muslimnya yang tidak sholat untuk sholat maka ia telah menghalangi hurriyah; kebebasan seorang yang dinasehati tadi. Ini adalah salah satu contoh bahaya yang menimpa manusia pada zaman yang disebut oleh sebagian orang yang curang di negeri sana adalah zaman kemajuan.
Disaat yang sama seakan-akan ia mendapat sambutan dari masyarakat dunia, padahal tidak, sebab hakikatnya tidak ada yang menyambutnya kecuali segelintir manusia yang tidak mendudukan hal ini dengan hati nurani yang jujur dan akal yang sehat. Kedua adalah manusia yang tengah sibuk dengan urusannya masing-masing.
Pada suatu masa ada sekelompok orang yang hidup di dalam kebaikan dan semuanya berubah saat mereka meninggalkan satu diantara prinsip kehidupan. Benar prinsip itu sangat penting, bahkan Imam Nawawi di dalam salah satu tulisannya mengatakan bahwa hal ini termaksud di antara madarul islam/pondasi inti agama islam. Artinya jika ia dilupakan maka akan terjadi ketimpangan hidup; jauh dari makna yang diinginkan oleh manusia yang baik dan berakal. (Lihat Arbain Nawawiyah)
Tapi satu yang sangat disesalkan hal ini mulai hilang, baik sengaja dihilangkan secara struktural maupun dari diri manusia sendiri; enggan menjalankannya karena berbagai alasan yang menghantui pikiran, seseorang yang tidak percaya diri.
Islam datang membawa berbagai kebaikan, salah satunya adalah prinsip ini; ia adalah nasehat kepada kebaikan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sendiri pernah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam muslim "addinu annasihah" agama adalah nasehat. (Lihat Shahih Muslim)
Nasehat merupakan satu diantara cara melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, yaitu melakukan perbaikan dengan lisan, sebagaimana kata nabi shalallahu alaihi wasallam "man raa minkum munkaron fal yughayyirhu biyadihi fain lam yastati' fabilisanihi fain lam yastati' fabiqolbihi wazalika ad'aful iyman". Barang siapa yang melihat kemungkaran/keburukan maka hendaklah ia ubah dengan tangannya (kekuasaan misalnya) akan tetapi jika tidak bisa maka dengan lisannya (nasehat misalnya) dan apabila juga tidak sanggup maka dengan hati, dan dengan hati itulah gambaran yang paling lemah dari keimanan". Oleh karenanya bisa dikatakan bahwa nasehat adalah amar ma'ruf nahi mungkar dengan lisan; ia merupakan satu di antara madarul islam; pokok-pokok ajaran Islam.
Sayang, cukup disesalkan hal ini seakan-akan hilang ditengah-tengah manusia, di saat yang sama, bumi sangat membutuhkannya demi menjaga keseimbangan tatanannya. Penyebab hilangnya bermacam-macam, secara garis besar bisa dikualifikasikan ada dua, pertama ada sebagian manusia atau sebut saja negeri yang mulai melarang hal ini diberlakukan, dalihnya adalah menghalangi hurriyah (kebebasan). Jadi misal ada orang islam menasehati saudara muslimnya yang tidak sholat untuk sholat maka ia telah menghalangi hurriyah; kebebasan seorang yang dinasehati tadi. Ini adalah salah satu contoh bahaya yang menimpa manusia pada zaman yang disebut oleh sebagian orang yang curang di negeri sana adalah zaman kemajuan.
Disaat yang sama seakan-akan ia mendapat sambutan dari masyarakat dunia, padahal tidak, sebab hakikatnya tidak ada yang menyambutnya kecuali segelintir manusia yang tidak mendudukan hal ini dengan hati nurani yang jujur dan akal yang sehat. Kedua adalah manusia yang tengah sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kurang atau tidak percaya diri menasehati orang lain, dan di saat yang ia merasa aman dari bahaya yang dikhawatirkan akan menimpa, sebab ia meninggalkan hal ini. Padahal sadar atau tidak dia sedang menunggu giliran; menjadi target petaka berikutnya, lantaran kurang atau tidak perduli dengan satu diantara sumber tatanan kehidupan masyarakat; saling menasehati terhadap sesama. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda, sebagaimana diriwayatakan oleh Imam Bukhari saat nabi shallahu alaihi wasallam ditanya apakah saat musibah turun, ia akan menimpa semua orang, termaksud orang-orang baik ? Beliau menjawab "benar jika keburukan sudah merajalela". (Lihat Shahih Muslim)
Diantara sebab merajalelanya keburukan adalah karena manusia meninggalkan perilaku saling menasehati; amar ma'ruf dan nahi mungkar. Jika orang baik saja terkena musibah ini, apalagi orang-orang yang tidak baik. Oleh karenanya menghadirkan hal ini serta menjadikannya budaya, sama seperti menjaga masyarakat dari bahaya yang akan menimpa.
Sebab manusia kalau sudah jahat apapun akan dilakukan bahkan menghilangkan nyawa sesama sekalipun. Jika kebanyakan manusia seperti ini maka bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada bumi. Hal itu bisa dilihat saat sebelum diutusnya nabi, bagaimana kerusakan bumi karena sebab rusaknya manusianya. Islam dengan berbagai prinsip-prinsipnya datang mencerahkan manusia, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Allah adalah pelindung orang-orang beriman, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya yang islam yang terang. (Lihat Al-Baqarah : 157)
Pada suatu masa ada sekelompok orang yang hidup di dalam kebaikan dan semuanya berubah saat mereka meninggalkan prinsip ini. Mereka adalah Bani Israil. Allah menceritakan tentang mereka di dalam Al-Qur'an bahwa mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang terjadi di sekitar mereka. (Lihat Surah Al-Maidah : 79)
Jadi membunuh para nabi, memakan yang haram dan berbagai kejahatan lainnya terjadi begitu saja; tidak ada yang melarang. Jadilah mereka seperti apa yang dikenal saat ini; hidup dengan memporak-porandakan tatanan keseimbangan dunia.
Oleh karenanya setiap muslim harus mengetahui hal ini dan mengamalkannya karena nasehat merupakan satu diantara pondasi besar di dalam menjaga manusia dan tatanan kehidupannya.
Wallahu a’lam bis showab
Pada suatu masa ada sekelompok orang yang hidup di dalam kebaikan dan semuanya berubah saat mereka meninggalkan prinsip ini. Mereka adalah Bani Israil. Allah menceritakan tentang mereka di dalam Al-Qur'an bahwa mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang terjadi di sekitar mereka. (Lihat Surah Al-Maidah : 79)
Jadi membunuh para nabi, memakan yang haram dan berbagai kejahatan lainnya terjadi begitu saja; tidak ada yang melarang. Jadilah mereka seperti apa yang dikenal saat ini; hidup dengan memporak-porandakan tatanan keseimbangan dunia.
Oleh karenanya setiap muslim harus mengetahui hal ini dan mengamalkannya karena nasehat merupakan satu diantara pondasi besar di dalam menjaga manusia dan tatanan kehidupannya.
Wallahu a’lam bis showab
Komentar
Posting Komentar